Dengarkan aku baik-baik
Atas nama hujan yang rintiknya turun leluasa
Dan bulan yang terkadang muncul kepagian
Dengarkan aku baik-baik
Seperti daun yang mengering
Yang telah tersentuh lembutnya embun dan hangatnya debu
Dengarkan aku baik-baik
Aku mencintaimu
Walau lirih, walau sendiri
Dengarkan aku baik-baik
Seperti sepatu kakek tua yang nyaman dan bau
Yang telah melalui genangan lumpur dan hamparan pasir
Dengarkan aku baik-baik
Aku
Mencintaimu sampai Rabu
Setelah itu kau boleh pergi
Jauh
Sebab
Sisa hari yang lapuk
dan jemu
Adalah kepunyaan kekasih penurutmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar