Entri Populer

Kamis, 19 Mei 2011

Tuhan Sangat

Tuhan, bagaimana Kau mencintaiku dengan sangat?
Sementara akulah bangsat.

Surabayaku, 19 Mei 2011
iyalah ya? :')

Ditelan Malamlah Lusa

Ditelan malamlah lusa saat hangat paginya datang
Menjumpa kelamlah semua senang susah dari yang beredar
Jika pasti adalah duduk menghadap mentari, maka ditelan malamlah lusa juang yang kekar
Sembunyilah yang jingganya malu-malu
Terlipatlah semua lelah
Terhadapilah esok lusa yang belum tentu ada
Dari dalam sini, hati, semedi sebentar, lalu berdiri
Ditelan malam sekelam-kelamnyalah yang berharap tapi tak punya sayap.


Surabayaku, 19 Mei 2011
Ibu bumiku bermadu. Wahai lusa, akulah kesiapan dalam tiap adu.

Selasa, 10 Mei 2011

Smell of Tomorrow


A daughter of tomorrow
Tells the story of shocking reality
Holds on the tiny fragile twig, swings it slowly
Describes the zero hours with her lisp words
The bitterness flow through her sharp eyes
Her tiny gesture disputes the destined
Hungers for a sweet pie in the sky
She then gives a greeting, inclines her head and directly speaks to the earth
Inscribes her name on the sand, brisk it with a silent blear
Afterwards,
She lifts her head assured
Smiles slender for a while
And walks burly to catch her mother’s footprints, precisely sniffs the smell of tomorrow. 

Surabaya, April 2011

*Poem for Japan. 
I adore the "Totto Chan" character. indeed.