Entri Populer

Kamis, 13 Januari 2011

You, Me, and God's Comedy Situation

Suatu ketika saat dunia ada tanpa kamu, aku bersumpah akan berhenti menangis dan bersedih. Aku akan berhenti mengeluh dan memacari lelaki. Bahkan di sore hari waktu menjelang maghrib, aku bersumpah akan mengirim do'a pada siapa saja yang sedang bergulat dengan dirinya. Mengumpulkan daun-daun kecil di latar rumah dan tersenyum pada siapapun yang bernama Edi. Kau yang terkuat di jagat, muncul seperti tak takut adzab. Kau yang hanya lemah saat terbalik. Kau disukai Kafka sampai ditulisnya di the metamorphosis kau lah berita pada malam-malam-ku. Kau menyimpan jerit lengkingku. Dengan oktaf yang tertinggi. Yang sampai telinga tetangga tersakiti.
Jika saja kau tak lagi ada, mungkin aku tak takut lagi membentak dunia. Tak lagi memberi senyum pada manusia tak berguna. Langkahku akan lebih tegap. Tidak lagi takut membentak dunia.
Kau yang dikata hebat dalam hadapi dunia malam, membuatku menjauh dari tempat seharusnya aku berada. Kau seakan tertawa saat ponselku lowbatt dan aku tidak tertolong. Maka seharusnya kau tahu, akulah yang tertawa saat tubuhmu terbalik tak berdaya. Aku ingin kau mati. Itu saja.
Untuk itu, saat ini juga. Kupertanyakan pada Tuhan yang Maha Berselera, untuk apa kau ada? 
Dan jika hadirmu ternyata melengkapi indahnya galaksi bumi dan sekawannya. Aku tak apa. Asal jangan mendekat. Hanya saja jangan mendekat dan coba meloncat. Atau aku teriak? Atau kupanggilkan polisi?! Aku tahu kau pun butuh bersinggah, asal jangan menambah jengah. Karena kita hanya penumpang. Di kendaraan angkasa yang berputar kencang. Kau dan aku hanya lelucon semesta yang kebetulan saja ada.

FckYo

kinky monster

Tidak ada komentar:

Posting Komentar